Selamat datang di CaraGampang.Com

Keiklasan (letting Go)

Senin, 04 Februari 20130 komentar

Coba simak kisah indah yang diambil dari sebuah buku berjudul "MILLIONAIRE MINDSET" karya Gerry Roberts berikut ini.
Lalu Anda renungkan apakah Anda saat ini juga melakukan hal yang sama, menghalangi kesuksesan yang lebih besar lagi untuk mendatangi Anda dengan bertahan dan berpegang erat terus pada apa yang sudah Anda miliki?
Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis kecil yang begitu gembira bisa membeli seuntai kalung mutiara imitasi dari sebuah toko kaki lima dengan uang sakunya sendiri.
Dia begitu bangga dan gembira dengan pencapaiannya ini, yaitu kemampuan dan kedisiplinannya menabungkan sebagian uang jajannya untuk membeli sebuah kalung mutiara yang tampak begitu indah di matanya (sama seperti kita semua yang bangga bila berhasil mencapai sesuatu dengan jerih payah kita sendiri).
Dipakainya kalung itu setiap saat, kecuali ketika hendak tidur dan mandi karena tidak ingin kalung tersebut membelit rambutnya yang panjang atau pudar warnanya terkena air.
Satu bulan setelah memiliki kalung tersebut, terjadi kejadian yang membuatnya bertanya-tanya.
Seperti kebiasaannya, ayah si gadis yang pulang kerja cukup larut, selalu mengucapkan selamat tidur pada putrinya ini.
Namun, kali ini, sembari mengucapkan selamat mimpi indah, sang ayah meminta agar kalung tersebut diberikan kepadanya. Ketika ditanya kenapa, dia tidak menjelaskan dan hanya berkata, "Berikan saja pada Ayah, boleh, sayang?"
Dan ini terjadi setiap malam.
Si gadis kecil yang bingung kenapa sang ayah meminta kalung kesayangannya tersebut selalu menolak. Demikian kira-kira dialog mereka.
"Anakku, apakah kau menyayangi ayah?"
"Tentu saja ayah. Aku sangat menyayangi ayah," jawab si gadis sambil memeluk leher ayahnya.
"Dan kau juga tahu kalau Ayah menyayangimu?" tanya sang ayah lagi. Yang dijawab dengan anggukan pasti dari kepala mungil putrinya tersebut.
"Kalau begitu coba berikan kalung mutiaramu kepada ayah," pinta si ayah lebih lanjut.
"Ayah aku sayang Ayah, tapi Ayah jangan minta kalungku itu. Ayah boleh ambil mainanku yang lain. Tapi jangan kalungku, ya, Ayah, please." rengek si gadis.
Begitulah, maka si ayahpun mengalah dan tidak meneruskan niatnya meminta kalung putrinya.
Setelah beberapa kali dialog ini terulang di hari-hari berikutnya, akhirnya pada malam ke sekian, si gadis kecil kita ini, sambil duduk bersila di atas kasurnya, menunggu sang ayah datang untuk mengucapkan selamat tidur.
Dia telah memutuskan akan memberikan kejutan kecil kepada ayahnya. Sebelum sang ayah membuka mulut untuk lagi-lagi meminta si gadis kecil menyerahkan kalungnya, dia mengulurkan tangannya yang tergenggam kepada sang ayah.
Sambil tersenyum dia berkata, "Baiklah ayah. Ini dia kalungku. Ambilah kalau memang ayah menginginkannya. Aku sayang ayah. Aku akan berikan pada ayah apapun yang ayah mau."
Sekarang saya akan berhenti bercerita sebentar.
Saya tanya, apakah Anda tahu bagaimana kira-kira kelanjutan cerita ini? Apa yang terjadi selanjutnya? Lalu, apa pula moral dari cerita ini?
Bagaimana? Bisa menebaknya?
Baik. Ini dia jawaban yang benar. Bila tebakan Anda benar atau mendekati benar. SELAMAT.
Berarti anda sudah memegang satu lagi RAHASIA BESAR tentang bagaimana manusia bisa menikmati hidup yang bahagia, sukses, kaya raya dan lain sebagainya sebagaimana yang diinginkannya.
Saya sungguh ingin berterima kasih pada orang yang pertama kali menciptakan cerita ini. Suatu cerita yang bila Anda telaah dan mengerti benar maknanya maka akan cukup menjadi satu-satunya falsafah hidup bahagia di dunia ini.
Jelasnya begini.
Pertama, mari saya lanjutkan cerita tersebut. Dan inilah akhir ceritanya.
Ketika si putri mengulurkan tangannya untuk menyerahkan kalung mutiaranya (yang sebenarnya cuma imitasi meskipun indah, karena mana mungkinlah seorang gadis kecil bisa membeli aslinya hanya dari uang jajannya), si ayah menerimanya lalu meletakkannya di meja.
Kemudian dari saku bajunya, dia mengeluarkan seuntai kalung mutiara asli yang sugguh indah berkilauan, menakjubkan.
Dipasangkannya kalung tersebut ke leher buah hatinya yang ternganga takjub melihat hadiah luar biasa indah yang tak pernah dia duga sebelumnya tersebut.

Let Go. Lepaskan. Biarkan. Berikan. Ikhlaskan.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. . - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger